Kamis, 20 Juni 2013

Notes Seorang Teman...Fajrie

Notes ini ditulis oleh teman sekolah jaman SMP dulu, teman sebangku ku tepatnya...Fajrie, bertemu kembali di Facebook setelah sekian lama tidak bertemu, namun akhirnya kita bisa saling ngobrol, bercerita hingga akhirnya Fajrie memesan Tempe Orek jualanku.

Ternyata sudah sangat lama ya kita berpisah sejak lulus SMP, dan baru ketemu lagi sekarang meski belum pernah lagi bertemu di acara reunian ataupun gathering, Fajrie, sosok teman yang banyak bercerita lewat tulisan2nya...

Terima kasih Jrie, terima kasih teman, tetaplah bercerita lewat tulisan2mu, karena lewat tulisan2 itu tersimpan banyak pelajaran tentang kehidupan

Orik Tempe - by Fajrie Aradea

 

Kutimang sebuah paket terbungkus kertas putih. Tidak terlalu besar. Tidak berat. Diatasnya tertulis nama dan alamat ku. Aku tersenyum. Tak mengira secepat ini. Terbayang sosok remaja putri. Seragam putih-putih dengan badge bertulis angka 72. Tinggi. Lebih tinggi dari rata-rata temannya.

Kuambil sebuah pisau meja makan. Kusayat perlahan. Kemasannya lumayan kata hatiku. Layaknya profesional dan sudah sering mengirim barang. Empat buah toples menyembul keluar. Tidak tampak mewah. Tapi tertata rapi. Kuambil satu. Kubuka. Aroma kenikmatan terpancar menggoda.

Orik tempe. Begitu orang menyebutnya. Tapi yang ini berbeda. Bukan sekedar orik tempe. Irisan tempe tipis halus dari tangan trampil seorang wanita yang ulet. Aku sempat meragukan irisan wanita umur 40an.  Ukurannya hampir sama. Seimbang. Bertabur ribuan ikan teri yang rela berkorban.

Disela-sela kulihat butiran kacang tanah. Kombinasi yang serasi. Harmonis. Menjanjikan variasi rasa dalam aroma. Membuat liur berdesak.  Dalam dinding mulut dan gigi yang mulai rapuh. Aku tak dapat lagi menahan. Otakku tak lagi berkuasa. Tanganku bergerak.

Sungguh sebuah cita rasa kenikmatan yang berbeda. Komposisi yang pas. Semua bumbu teraduk sempurna. Agak manis. Karena dibuat dengan hati yang ikhlas dan gembira. Tidak pedas. Cocok dengan lidah dan lambungku yang kurang bisa bersahabat dengan cabai sejak masuk usia senja. Mataku melirik kearah kitchen set. Tapi tak ada nasi disini. Di apartemen kecil tempat ku bekerja.

Kututup lagi toples mika itu. Kupandangi. Sungguh aku kagum kepada pembuatnya. Dengan kerja keras dan ketrampilannya. Dengan kegigihan dan ketabahannya. Aku merasa tersindir. Iri. Toples ini seakan mengingatkan sebuah cerita realita. Yang tidak bisa kuungkap dengan kata-kata.

Terima kasih Tuhan. Terima kasih teman. Toples berisi orik tempe ini telah mengingatkanku untuk lebih mensyukuri nikmat dan karunia Nya. Semoga sukses menyertai kamu dan anak-anakmu. Amiiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

My Princess Ditha

Lilypie Kids Birthday tickers

My Prince Narendra

Lilypie Kids Birthday tickers

My Prince Dhikko

Lilypie Kids Birthday tickers